Teknologi Smart Glass Mulai Diperkenalkan di Proyek Premium

Smart Glass Mulai Diterapkan di Proyek Premium BSD dan Surabaya

belikaca.id – Pengembang properti terkemuka seperti Sinarmas Land dan Ciputra Group mulai mengintegrasikan smart glass atau kaca pintar dalam proyek-proyek eksklusif mereka di kawasan BSD dan Surabaya Barat. Material ini mampu menyesuaikan transparansi secara otomatis berdasarkan cahaya, suhu, atau sistem otomasi bangunan.

Penggunaan Smart Glass Ciptakan Citra Bangunan Modern dan Efisien

Sejak pertengahan 2025, kaca pintar semakin banyak digunakan pada perkantoran, showroom otomotif, hingga hunian mewah. Teknologi ini memungkinkan kontrol pencahayaan tanpa tirai fisik, sekaligus mengurangi beban kerja sistem pendingin ruangan hingga 25%, menurut data Green Building Council Indonesia (GBCI).

Dengan tampilan estetis dan kinerja efisien, smart glass menjadi simbol kemewahan sekaligus inovasi arsitektur modern.

Kaca Pintar Terintegrasi dengan Building Automation System

Teknologi smart glass kini tidak hanya bekerja otomatis, tetapi juga dapat dikendalikan melalui Building Automation System (BAS). Sistem ini memungkinkan integrasi antara pencahayaan, suhu ruangan, dan keamanan gedung dalam satu platform digital.

Sebagai contoh, pada proyek smart office di BSD, kaca akan meredup otomatis ketika intensitas cahaya matahari tinggi, lalu kembali bening saat malam hari. Pengguna juga dapat mengatur manual lewat ponsel pintar atau perintah suara (voice command).

Konsumen Premium Antusias, Industri Lokal Bersiap

Meski harga kaca pintar masih tinggi—sekitar Rp2–3 juta per meter persegi—minat pasar terus meningkat, terutama di sektor ritel dan perhotelan. Konsumen melihat teknologi ini sebagai fitur unggulan yang meningkatkan nilai jual properti.

Namun demikian, sebagian besar produk masih diimpor dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Produsen nasional seperti PT Asahimas Glass dan PT Mulia Glass mulai merintis produksi lokal untuk varian kaca electrochromic dan SPD (Suspended Particle Device) sebagai alternatif jangka panjang.

Permintaan Meningkat Seiring Tren Bangunan Cerdas

Permintaan smart glass diperkirakan tumbuh 40% setiap tahun hingga 2027. Laporan Indonesia Smart Building Market 2025 menyoroti bahwa sektor high-rise dan perhotelan menjadi pendorong utama adopsi teknologi ini.

Dengan tren ini, smart glass diprediksi akan menjadi elemen penting dalam transformasi desain bangunan hijau dan digital di Indonesia.

nita mantan steamer