Industri Kaca Nasional Siap Genjot Produksi di Paruh Kedua 2025
Industri Kaca Nasional Targetkan Utilisasi 75 Persen di Semester II–2025
Sektor kaca nasional bersiap meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan pada semester kedua 2025. Menurut Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), tingkat utilisasi industri diproyeksikan tumbuh ke kisaran 70 hingga 75 persen. Optimisme ini dipicu oleh tren pemulihan permintaan global, khususnya dari pasar ekspor.
Ekspor Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Utilisasi
Pelaku industri kaca menempatkan ekspor sebagai strategi utama untuk mengangkat kinerja produksi. AKLP menilai pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah sebagai target paling potensial. Permintaan kaca arsitektural dan otomotif dari kedua kawasan tersebut terus mengalami peningkatan.
Untuk menyambut peluang ini, perusahaan kaca nasional telah memperkuat jaringan kemitraan dengan distributor internasional. Selain itu, sistem logistik juga diperbarui agar mampu mendukung pengiriman dalam volume besar. Upaya ini diharapkan mampu menyerap kelebihan kapasitas produksi domestik yang belum terpakai secara maksimal.
Dukungan dari pemerintah sangat krusial dalam mempercepat penetrasi pasar global. Fasilitas ekspor, promosi dagang, hingga insentif fiskal akan menjadi elemen penentu daya saing produk kaca Indonesia. Tanpa dukungan tersebut, utilisasi yang optimal akan sulit dicapai.
Biaya Energi Jadi Tantangan Produksi Terbesar
Meskipun peluang pasar terbuka lebar, tingginya biaya energi masih menjadi beban berat bagi pelaku industri. Gas industri menyumbang porsi besar dalam struktur biaya produksi kaca. Jika harga gas tidak ditekan, margin keuntungan perusahaan akan terus tergerus.
AKLP mendorong pemerintah untuk mempertahankan kebijakan harga gas industri di angka USD 6 per MMBTU. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menurunkan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor.
Selain harga yang kompetitif, pelaku usaha juga membutuhkan kepastian pasokan gas jangka panjang. Kontrak pasokan yang stabil akan membantu perusahaan menyusun rencana produksi secara lebih terukur. Ketidakpastian pasokan berisiko menghambat pencapaian target utilisasi.
Kebijakan Pemerintah Jadi Penentu Arah Pertumbuhan
Selain ekspor dan harga energi, keberhasilan peningkatan utilisasi sangat bergantung pada dukungan regulasi. AKLP menyarankan agar pemerintah mempermudah proses perizinan ekspansi pabrik dan memberikan insentif investasi bagi sektor manufaktur kaca.
Koordinasi antara pelaku industri dan pembuat kebijakan juga perlu ditingkatkan. Dialog yang rutin dan terbuka akan mempercepat penyelesaian hambatan teknis di lapangan serta mendorong iklim industri yang lebih produktif.
Jika seluruh faktor pendukung berjalan seiring, industri kaca nasional dapat meningkatkan utilisasi secara bertahap dan berkelanjutan. Kontribusinya terhadap pertumbuhan manufaktur nonmigas pun akan semakin signifikan dalam jangka panjang.
Related Posts

Dokter di RSUD Sekayu Ambil Langkah Hukum Usai Dipaksa Lepas Masker

Permintaan Kaca Laminated Naik Tajam karena Proyek Rumah Sakit dan Bandara Baru
