Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan dan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, Dishut Kalsel Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan REDD+
Dishut Kalsel Mengevaluasi Pelaksanaan REDD+ GCF untuk Memperkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Dishut Kalsel menggelar rapat evaluasi REDD+ GCF Output 2 di Banjarbaru
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) Green Climate Fund Output 2 sebagai langkah memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan dan penurunan emisi gas rumah kaca. Kegiatan ini berlangsung di Banjarbaru pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, memimpin langsung rapat tersebut. Pejabat struktural lingkup Dishut Kalsel, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, serta perwakilan Yayasan Penabulu turut menghadiri forum evaluasi ini.
Fathimatuzzahra memaparkan capaian program REDD+ GCF Output 2
Dalam rapat tersebut, Fathimatuzzahra menyoroti berbagai capaian pelaksanaan Program REDD+ GCF Output 2 yang telah berjalan. Program ini mencakup rehabilitasi hutan dan lahan, pengamanan kawasan hutan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, penguatan kelembagaan, pengembangan perhutanan sosial, hingga pelaksanaan kampung iklim di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi hutan sekaligus menekan laju emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dishut Kalsel membahas arsitektur REDD+ Subnasional dan kendala lapangan
Selain mengevaluasi capaian program, rapat ini juga membahas penyusunan arsitektur REDD+ Subnasional Kalimantan Selatan. Pembahasan tersebut mencakup identifikasi kendala di lapangan serta perumusan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program ke depan.
Fathimatuzzahra menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan REDD+ GCF Output 2. Ia menilai sinergi antarinstansi dan mitra pelaksana perlu terus diperkuat agar seluruh target program dapat tercapai secara optimal.
Dishut Kalsel mendorong evaluasi sebagai dasar penguatan program
Fathimatuzzahra menyatakan bahwa rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menilai sejauh mana capaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Melalui evaluasi, Dishut Kalsel dapat mengidentifikasi hambatan yang muncul serta merumuskan solusi bersama dengan seluruh pihak terkait.
Ia berharap hasil rapat ini mampu mendorong pelaksanaan REDD+ GCF Output 2 di Provinsi Kalimantan Selatan agar semakin terarah, terukur, dan selaras dengan tujuan pengelolaan hutan berkelanjutan serta penurunan emisi gas rumah kaca.
