Harga Kaca Bening di Jakarta Tetap Stabil di Tengah Kenaikan Biaya Produksi
Harga Kaca Bening di Jakarta Tetap Stabil Meski Biaya Produksi Naik
belikaca.id – Pasar kaca bening di Jakarta menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan biaya produksi. Sejak awal tahun, para pelaku industri menghadapi lonjakan harga energi dan bahan baku. Namun, harga di pasaran tetap stabil berkat pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar.
Produsen Kaca Menahan Harga demi Daya Saing
Ketua Asosiasi Kaca Indonesia menjelaskan bahwa harga kaca bening dengan ketebalan 5 mm masih berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp150.000 per meter persegi. Harga ini relatif tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menambahkan bahwa pasokan dari produsen besar seperti Asahimas dan Mulia Glass sangat berkontribusi menjaga kestabilan harga tersebut.
Meskipun beban operasional meningkat, produsen tetap berusaha menahan penyesuaian harga untuk menjaga daya saing di pasar domestik. Hal ini mencerminkan strategi jangka pendek yang fokus pada keberlanjutan distribusi dan loyalitas konsumen.
Kenaikan Biaya Energi Tekan Margin Keuntungan
Sejak kuartal pertama 2025, biaya energi melonjak hingga 15%, menjadi faktor utama peningkatan ongkos produksi. Di sisi lain, harga global beberapa bahan kimia pendukung seperti soda ash naik sekitar 12%, sehingga menambah tekanan pada struktur biaya.
Meski demikian, produsen kaca masih memilih untuk tidak langsung menaikkan harga jual. Strategi ini mereka anggap penting untuk mendukung stabilitas sektor konstruksi, terutama pada masa pemulihan ekonomi pascapandemi dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Stabilitas Harga Kaca Dukung Proyek Konstruksi
Sejumlah pengembang dan kontraktor mengaku terbantu dengan stabilnya harga kaca bening. Mereka lebih mudah menyusun anggaran tanpa harus melakukan revisi besar pada desain fasad atau elemen interior bangunan. Terutama untuk proyek perumahan dan gedung komersial, kondisi ini memberi kepastian dalam proses pengadaan material.
Selain itu, permintaan terhadap kaca bening tetap konsisten di berbagai sektor, menjadikan kestabilan harga sebagai faktor pendukung utama kelancaran proyek konstruksi di ibu kota.
Pengamat Prediksi Stabilitas Hanya Bertahan Jangka Pendek
Meskipun saat ini pasar terlihat tenang, pengamat industri konstruksi memperingatkan bahwa kondisi ini bisa berubah jika biaya produksi terus meningkat. Produsen mungkin akan terpaksa melakukan penyesuaian harga pada akhir tahun untuk menjaga margin keuntungan.
Namun, selama distribusi lancar dan permintaan tidak melonjak tajam, harga kaca bening di Jakarta diprediksi akan tetap stabil dalam jangka pendek. Pelaku industri pun diharapkan mulai bersiap dengan skenario harga baru jika tekanan biaya terus membesar.
Related Posts

Mengenal Proses Pembuatan Kaca dan Cermin: Dari Bahan Dasar hingga Produk Jadi

Industri Kaca Nasional Siap Genjot Produksi di Paruh Kedua 2025
