Maulan Semenaran, Konsumen Pilih Jenis Kaca Gedung Berdasarkan Efisiensi Energi

Konsumen Yogyakarta Beralih ke Kaca Hemat Energi untuk Bangunan Modern

belikaca.id – Permintaan kaca bangunan berteknologi tinggi di Yogyakarta terus menunjukkan peningkatan signifikan. Sektor konstruksi komersial menjadi pendorong utama perubahan ini. Pengembang mulai meninggalkan kaca konvensional dan memilih kaca insulated serta kaca reflektif. Peralihan ini tidak hanya karena estetika, tapi juga kebutuhan efisiensi energi dan kenyamanan akustik.

Kaca Insulated Tawarkan Efisiensi Termal dan Peredaman Suara

Kaca insulated terdiri dari dua lapisan kaca dengan udara atau gas inert di antaranya. Struktur ini menjaga suhu ruangan tetap stabil. Akibatnya, penggunaan AC bisa dikurangi secara signifikan. Selain itu, kaca insulated juga memiliki kemampuan meredam suara dari luar. Fitur ini sangat berguna di area padat seperti pusat kota Yogyakarta.

Kaca Reflektif Berikan Perlindungan Panas dan Tampilan Modern

Kaca reflektif dilapisi logam tipis untuk memantulkan sinar UV. Teknologi ini membantu menjaga suhu dalam ruangan tetap nyaman. Arsitek menggunakan kaca reflektif untuk menciptakan desain gedung yang modern dan efisien. Variasi warna dan tingkat pantulan menjadi nilai tambah dalam desain arsitektur.

Arsitek dan Pengembang Dukung Penerapan Bangunan Hijau

Kesadaran terhadap pentingnya bangunan ramah lingkungan terus meningkat. Arsitek dan pengembang menjadikan kaca hemat energi sebagai elemen utama desain. Sertifikasi seperti EDGE, Greenship, dan LEED mendukung penggunaan kaca berkinerja tinggi. Produsen lokal pun mulai memproduksi kaca low-e dan insulated glass dengan gas argon.

Permintaan Tinggi Dorong Inovasi Industri Kaca Nasional

Produsen kaca nasional mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan. Beberapa di antaranya menjalin kemitraan dengan pengembang di Yogyakarta. Kota ini kini menjadi pusat inovasi arsitektur berkelanjutan di Indonesia. Kaca insulated dan reflektif kini menjadi bagian penting dalam pembangunan gedung hemat energi.

nita mantan steamer