Permintaan Kaca Laminated Naik Tajam karena Proyek Rumah Sakit dan Bandara Baru
Kaca Laminated Jadi Standar Baru dalam Proyek Fasilitas Publik
Permintaan kaca laminated meningkat di kota besar Indonesia. Peningkatan ini terjadi karena proyek rumah sakit dan bandara terus berkembang.
Material ini dipilih karena tahan benturan dan tetap utuh meski kaca retak. Keamanan menjadi alasan utama penggunaan kaca laminated.
Pemerintah Wajibkan Kaca Laminated pada Proyek Rumah Sakit
Fasilitas kesehatan di Semarang, Makassar, dan Medan mulai menggunakan kaca laminated di area strategis seperti IGD dan ruang tunggu.
Revisi pedoman teknis dari Kementerian Kesehatan tahun 2024 mendukung penggunaan kaca ini. Fokus utama adalah keamanan dan kenyamanan pasien. Kaca laminated terdiri dari dua lapis kaca dan film PVB di tengahnya. Material ini menahan serpihan agar tidak berbahaya.
RSUD Makassar mencatat peningkatan penggunaan kaca laminated hingga 70% dibanding tahun sebelumnya. Proyek selesai akhir 2025.
Proyek Bandara Majukan Standar Kaca Tahan Benturan
Bandara seperti Kualanamu dan Ahmad Yani menggunakan kaca laminated pada pelapis terminal. Keamanan menjadi alasan utama.
Tekanan angin, getaran pesawat, dan benturan bisa merusak kaca biasa. Kaca laminated memberikan perlindungan lebih baik. Terminal domestik baru di Makassar memakai kaca laminated setebal 10,38 mm pada area boarding gate sebagai standar keamanan.
Data AKLPI menunjukkan permintaan kaca laminated tumbuh 26% pada semester I–2025. Produusen lokal memenuhi kebutuhan proyek besar ini.
Produsen Lokal Tingkatkan Kapasitas untuk Menjawab Permintaan
Produsen nasional seperti PT Asahimas Glass menambah lini produksi laminated glass di Cikampek. Penambahan mulai aktif akhir 2025.
Kapasitas output diproyeksikan meningkat hingga 12.000 ton per bulan. Produksi ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan bandara. Kaca laminated juga digunakan untuk jendela anti-peluru dan partisi ruang isolasi. Proyek RS infeksi di Medan mengadopsi jenis ini.
Penggunaan kaca tempered-laminated di Kendari menjadi standar keamanan baru dalam fasilitas kesehatan khusus.
Peluang Pasar Kaca Laminated Terus Menguat hingga 2026
Lembaga Riset Konstruksi Indonesia memperkirakan pertumbuhan pasar kaca laminated mencapai 35% per tahun hingga 2026. Pertumbuhan ini dipicu proyek rumah sakit dan pengembangan bandara regional. Permintaan meningkat dari sektor publik.
Material ini mulai populer di proyek smart building dan hotel bintang lima. Aspek keamanan menjadi faktor utama pemilihan. Industri kaca nasional didukung pasokan bahan baku dalam negeri dan kemajuan teknologi laminasi. Produsen siap memenuhi kebutuhan pasar. Pemerintah mendorong penggunaan kaca laminated melalui regulasi SNI dan insentif proyek strategis nasional.
Related Posts

Singapura Perketat Pengawasan, Tiga Keju Prancis Ditarik dari Peredaran”

Harga Kaca Bening di Jakarta Tetap Stabil di Tengah Kenaikan Biaya Produksi
