Royalti Musik Jadi Sorotan, Pasha Nilai Momentum Perbaikan Industri

Royalti Musik Jadi Sorotan, Pasha Nilai Momentum Perbaikan Industri

belikaca.id – Anggota DPR sekaligus vokalis band Ungu, Pasha atau Sigit Purnomo, menilai polemik royalti musik yang kini ramai diperbincangkan justru membawa sisi positif. Ia menyebut isu ini sebagai kesempatan penting agar ekosistem musik kembali mendapatkan perhatian serius setelah sekian lama kurang diperhatikan. Menurutnya, sistem royalti yang dijalankan bersama band Ungu selama ini sudah berjalan baik sesuai kontrak, meskipun sesekali terjadi kekeliruan dalam distribusi pembayaran.

Pasha menekankan agar publik tidak terlalu memperbesar kesalahan teknis tersebut, karena yang terpenting adalah pihak terkait seperti Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang transparan.

Harapan bagi Musisi dan Industri Kreatif

Bagi Pasha, munculnya isu royalti musik menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi para pelaku seni. Ia menilai perhatian publik dan pemerintah terhadap masalah ini akan menciptakan ruang dialog yang lebih adil bagi musisi. Meski begitu, ia mengingatkan agar dalam penyelesaian persoalan ini, kepentingan musisi lokal dan pelaku industri kecil tidak dilupakan.

Isu royalti yang selama ini cenderung diabaikan kini menjadi pintu masuk untuk melakukan reformasi. Menurutnya, momentum ini perlu dimanfaatkan agar sistem yang ada bisa lebih berkeadilan.

Dialog Lintas Lembaga Jadi Kunci

Istana turut menanggapi polemik royalti musik dengan mendorong kementerian dan lembaga terkait duduk bersama mencari jalan keluar. Pemerintah tidak berencana membentuk lembaga baru, melainkan mengedepankan koordinasi antara Kemenparekraf, LMKN, serta pihak lain yang terlibat. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada seniman sekaligus tidak membebani pelaku usaha.

Sementara itu, musisi Once Mekel mengingatkan agar pungutan royalti tidak diarahkan pada UMKM atau pelaku usaha kecil. Ia menilai pemungutan sebaiknya difokuskan pada acara berskala besar, konser, atau pusat hiburan dengan penonton luas. Dengan begitu, sistem tetap berjalan tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil yang berperan dalam mendukung musik di tingkat lokal.

Masa Depan Royalti Musik Indonesia

Polemik royalti musik memang menimbulkan perdebatan, namun juga membuka peluang perbaikan yang lebih struktural. Audit, revisi tarif, dan mekanisme pembayaran yang transparan bisa menjadi langkah awal untuk menghindari konflik di masa depan.

Pasha memberikan optimisme bahwa polemik ini bukan ancaman, melainkan tanda kebangkitan perhatian publik terhadap musik Indonesia. Once juga menambahkan sudut pandang penting agar ekosistem musik tetap sehat tanpa membebani pihak yang lemah. Dengan adanya keterlibatan semua pemangku kepentingan, royalti musik berpeluang menjadi instrumen yang adil, inklusif, dan mendukung keberlanjutan industri kreatif nasional.

nita mantan steamer