Pameran Glasstech Ajarkan Produsen Kaca Lokal Teknologi Terkini

Mini-Event Glasstech Asia 2025 Tampilkan Inovasi Kaca Global di Jakarta

belikaca.id – Menjelang pameran utama di ICE BSD pada November mendatang, Glasstech Asia 2025 lebih dulu menyapa industri kaca Indonesia lewat mini-event eksklusif di The Westin Jakarta pada awal Agustus. Ajang ini menghadirkan lebih dari 150 peserta, termasuk produsen lokal, distributor bahan bangunan, serta perwakilan pemerintah.

Melalui sesi presentasi dan diskusi panel bersama narasumber dari Singapura, Jerman, Korea Selatan, dan Indonesia, peserta menggali tren terkini mulai dari kaca otomotif canggih, sistem fenestrasi pintar, hingga material berkelanjutan.

Industri Lokal Jalin Akses Teknologi Kaca Global

Teknologi mutakhir seperti smart glass hemat energi, kaca self-healing, hingga jendela otomatis berbasis sensor cuaca diperkenalkan secara langsung. Produsen dalam negeri berkesempatan menjalin komunikasi dengan vendor global, membuka peluang kolaborasi tanpa harus mengandalkan proses impor penuh.

Melalui diskusi ini, perusahaan Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi kaca terkini dengan dukungan mitra luar negeri.

Delegasi Internasional Perkuat Rantai Nilai Regional

Mini-event ini juga menjadi ajang penting dalam membangun kerja sama lintas negara. Delegasi dari lebih dari 10 negara hadir dan aktif menjajaki kemitraan strategis. Misalnya, produsen dari Thailand dan Malaysia bertemu langsung dengan mitra potensial dari Jawa Tengah dan Banten.

Beberapa topik yang dibahas meliputi standardisasi kaca ASEAN, transfer teknologi, serta peluang pembangunan fasilitas bersama berbasis joint venture.

Teknologi Kaca Otomotif dan Arsitektur Menarik Perhatian

Dua sektor yang menjadi sorotan utama adalah otomotif dan arsitektur. Untuk otomotif, diperkenalkan kaca multilayer anti-shatter yang ringan sekaligus kuat. Di bidang arsitektur, tren teknologi kaca low-emissivity dan sistem jendela otomatis pengatur cahaya semakin populer, khususnya dalam proyek gedung hijau.

Startup asal Jerman bahkan menampilkan sistem kontrol digital yang mampu mengatur pencahayaan alami dan ventilasi secara otomatis, yang kemudian mendapat sambutan hangat dari pengembang properti lokal.

Industri Kaca Nasional Siap Hadapi Transformasi Hijau

Glasstech Asia tidak hanya menyoroti inovasi, tetapi juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Diskusi mengenai sirkularitas industri kaca, daur ulang limbah kaca, dan efisiensi energi dalam produksi menjadi agenda utama.

Perwakilan Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyusun pedoman produksi kaca rendah emisi. Sementara itu, beberapa produsen besar dari Cikampek dan Batang mulai menyiapkan transisi ke teknologi leleh kaca berbasis listrik, menggantikan gas fosil.

Transformasi Industri Kaca Semakin Nyata

Dengan antusiasme yang tinggi, mini-event ini menandai babak baru dalam perjalanan industri kaca nasional menuju praktik berkelanjutan dan teknologi berstandar global. Glasstech Asia 2025 membuka ruang strategis untuk inovasi, kolaborasi, serta daya saing regional yang lebih kuat.

nita mantan steamer