Pedagang Sayur di Bantaeng Menjadi Korban, Ditampar Pria Ngaku TNI Karena Pasang Bendera One Piece
Pedagang Sayur di Bantaeng Menjadi Korban, Ditampar Pria Ngaku TNI Karena Pasang Bendera One Piece
belikaca.id – Gerak langkah pedagang sayur bernama Pardi terganggu ketika dia hendak berjualan di kawasan Terminal Sasayya, Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 15.00 WITA. Seorang pria berpakaian seperti aparat TNI menghentikan kendaraan Pardi dan memotret pelat mobil, dirinya, dan bendera One Piece yang terpajang di belakang mobil. Situasi tegang muncul ketika pria tersebut tiba-tiba menampar Pardi tanpa alasan jelas, padahal hanya memasang bendera anime tersebut sebagai hiasan pribadi.
Reaksi Keluarga & Penanganan Kodim Bantaeng
Pardi langsung melaporkan kejadian ini ke Kodim 1410/Bantaeng. Meskipun pelaku telah meminta damai, keluarga Pardi meminta agar pelaku membuat video permohonan maaf terbuka kepada mereka dan masyarakat luas sebelum menandatangani perdamaian. Mereka khawatir kejadian ini mencoreng martabat keluarga dan korbannya sendiri adalah tulang punggung keluarga. Kodim segera memediasi dan menghadirkan kedua pihak di bawah pengawasan TNI. Mereka menyebut insiden ini terjadi karena “kesalahpahaman” terhadap simbol pada bendera dan sempat diredakan secara kekeluargaan.
Dampak Pribadi dan Emosional terhadap Korban
Dampak insiden dirasakan serius oleh keluarga Pardi. Ia dan istrinya terpaksa menghentikan sementara usaha berjualan sayur karena trauma dan kekhawatiran keamanan. Padahal, pendapatan dari berjualan sayur mendukung kebutuhan keluarga sehari-hari. Selain itu, produk sayur yang telah dipanen tidak bisa terjual, sehingga langsung membusuk dan menyebabkan kerugian ganda bagi mereka.
Sikap Kodam Hasanuddin Meluruskan Isu
Kodam XIV/Hasanuddin angkat bicara untuk meluruskan isu ini. Mereka menegaskan tidak ada aturan resmi yang melarang masyarakat memasang bendera One Piece atau simbol anime lainnya. Selain itu, Kodam juga menyatakan belum dapat memastikan apakah pelaku benar-benar anggota TNI. Proses penyelidikan atas identitasnya masih berlangsung.